Tampilkan postingan dengan label Sekolahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekolahku. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Mei 2014

Kisi-Kisi Ujian Nasional (UN) SD,SMP,SMA Tahun 2014

Untuk Tahun Pelajaran 2013/2014, panitia Pelaksana UN Tingkat Pusat yang terdiri dari Badan Standar Nasional Pendidikan, Unsur Kemdikbud, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Konsulat Jenderal, Kementerian Luar Negeri dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri menetapkan bahwa bahan ujian nasional 2014 yang berupa kisi-kisi soal UN tahun pelajaran 2012/2013 diberlakukan / ditetapkan kembali dalam Peraturan BSNP Nomor 0019/P/BSNP/XI/2012 sebagai kisi-kisi soal UN Tahun Pelajaran 2013/2014.


Berikut kami sampaikan kisi-kisi soal Ujian Nasional Tahun 2014 selengkapnya terutama untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama, Madrasah Tsanawiyah, Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa, Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, dan Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah Kejuruan tahun pelajaran 2013/2014.

Silakan Unduh Kisi-kisi UN Tahun Pelajaran 2013/2014

  1. Download Kisi-kisi US/M SD/MI
  2. Download Kisi-kisi UN SMP/MTs
  3. Download Kisi-kisi UN SMA/MA
  4. Download Kisi-kisi UN SMK/MAK
  5. Download Kisi-kisi UN Paket A
  6. Download Kisi-kisi UN Paket B dan C
  7. Download POS UN SMP / MTs, SMPLB, UN SMK / MAK, UN SMA / MA, SMALB, dan UN Paket B dan C
  8. Download SK BSNP yang menetapkan bahwa Kisi-kisi Ujian Nasiona berlaku selama 3 (tiga) tahun. Baca juga di POS Ujian Nasiona 2014 di atas yang menyatakan bahwa kisi-kisi soal UN tahun pelajaran 2012/2013 diberlakukan / ditetapkan kembali untuk UN 2014.
Mohon diperhatikan agar tidak salah memahami : Bahwa untuk Tahun Ajaran 2013/2014, panitia Pelaksana UN Tingkat Pusat yang terdiri dari Badan Standar Nasional Pendidikan, Unsur Kemdikbud, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama, Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Konsulat Jenderal, Kementerian Luar Negeri dan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri tidak membuat kisi-kisi baru untuk ujian nasional tahun ajaran 2013/2014. Mereka menetapkan bahwa untuk bahan ujian nasional 2014 yang berupa kisi-kisi soal UN tahun pelajaran 2012/2013 diberlakukan / ditetapkan kembali dalam Peraturan BSNP Nomor 0019/P/BSNP/XI/2012 sebagai kisi-kisi soal UN Tahun Pelajaran 2013/2014.
Sebagai info bahwa untuk Kisi-kisi Ujian Sekolah SD/MI dan UN Paket A (Ula) pun sudah disesuaikan, terima kasih!.
Semoga bermanfaat
Sumber-sumber:
- peraturan BSNP No. 0022/P/BSNP/XI/2013
- SK BSNP No. 0019/P/BSNP/XI/2012

Sabtu, 19 April 2014

Menguak Lebih Dalam Tentang Sejarah Ujian Nasional (UN)

Ujian nasional (UN), selalu menjadi perbincangan masyarakat setiap tahunnya. Mulai dari sistem ujian yang terlalu susah, sampai pelaksanaan UN yang terhambat, menjadi salah satu topik utama. Tapi, tahu enggak sih kalian kapan sejarah UN itu ada? Yuk kita lihat sejak kapan ujian nasional ini didirikan.

1950-1960anUjian akhir pada tahun ini disebut Ujian Penghabisan. Ujian penghabisan dilakukan secara nasional dan seluruh soal dibuat Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. Seluruh soal dalam bentuk esai. Hasil Ujian tidak diperiksa di sekolah tempat ujian, tetapi di pusat rayon.

1965-1971Semua mata pelajaran diujikan dalam hajat yang disebut ujian Negara. Bahan ujian dibuat oleh pemerintah pusat dan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia. Pemerintahan waktu ujian.

1972-1979Pemerintah memberikan kebebasan setiap sekolah atau sekelompok setiap sekolah atau sekelompok sekolah menyelenggarakan ujian sendiri. Pembuatan soal dan proses penilaian dilakukan masing-masing sekolah atau kelompok. Pemerintah hanya menyusun pedoman dan panduan yang bersifat umum.

1980-2000Mulai dari diselenggarakan ujian akhir nasional yang disebut evaluasi belajar tahan akhir nasional (Ebtanas). Model ujian akhir ini menggunakan dua bentuk yaitu Ebtanas untuk mata pelajaran pokok sedang EBTA untuk mata pelajaran non-ebtanas.

Ebtanas dikoordinasikan pemerintah pusat dan EBTA dikoordonasi pemerintah provinsi. Kelulusan ditentukan oleh kombinasi dua evaluasi tadi ditambah nilai ujian harian yang tertera di buku rapor.

2001-2004Ebtanas diganti menjadi ujian akhir nasional (Unas). Hal yang menonjol dalam peralihan nama Ebtanas menjadi UNAS adalah penentuan kelulusan siswa, yaitu dalam Ebtanas kelulusananya berdasarkan nilai Ebtanas Murni, sedangkan Unas ditentukan pada mata pelajaran secara Individual.

2005-2009Perubahan sistem yaitu pada target wajib belajar pendidikan (SD/MI/SD-LB/MTS/SMP/SMP-LB/SMA/MA/SMK/SMA-LB), sehingga nilai kelulusan ada target minimal.

2010-sekarang Unas diganti menjadi Ujian Nasional (UN). Dengan target, para minimal UN sehingga dapat lulus UN dengan baik.

Perlu diketahui, ujian negara ternyata mempunyai tiga landasan lho. Pertama, UU sistem pendidikan Nasional (sisdiknas) nomor 20/2003. Kedua PP nomor 19/2005 tentang standar nasional pendidikan. Ketiga, Permendiknas 47/2006.

Rabu, 27 November 2013

Foto-Foto Perpisahan SMA Kristen Angkatan Tahun 2009/2010

Akhirnya selesai sudah masa penantian panjang  selama 3 tahun bersekolah di SMA Kristen Purwokerto, penuh dengan sukacita dan bergembira karena semua dipastikan LULUS 100% ......tidak ada satupun yang tertinggal menginap di sekolah tercinta kita ini. Mari kita rayakan kesukses dan kelulusan kita dengan bergembira dan berkumpul bersama. 






































Sudah adakah wajah anda disini...jangan lupa ya ada hadiah buat Expresi yang paling baik dan paling kurang.......

Sejarah Lengkap SMA Kristen Purwokerto

A. Sejarah Singkat SMA Kristen Purwokerto

Pada umumnya mendirikan sebuah lembaga apapun itu tentu ada catatan – catatan yang dapat dirunut untuk ditulis menjadi riwayat berdirinya lembaga tersebut, dan dokumen terakhir yang harus ada adalah sebuah Surat Keputusan tentang berdirinya lembaga yang bersangkutan. Tetapi hanya dengar dari penuturan orang yang terlibat dalam sejarah awal berdirinya SMA Kristen ini, yaitu almarhum Bapak Soekirman Purwahadiwardaja. Beliau ini yang kemudian ditugasi oleh kelompok pendiri untuk memimpin sebagai kepala SMA Kristen yang pertama tahun 1957 sampai 1959.


I. Pendahuluan
Pada umumnya mendirikan sebuah lembaga apapun itu tentu ada catatan – catatan yang dapat dirunut untuk ditulis menjadi riwayat berdirinya lembaga tersebut, dan dokumen terakhir yang harus ada adalah sebuah Surat Keputusan tentang berdirinya lembaga yang bersangkutan. Tetapi hanya dengar dari penuturan orang yang terlibat dalam sejarah awal berdirinya SMA Kristen ini, yaitu almarhum Bapak Soekirman Purwahadiwardaja. Beliau ini yang kemudian ditugasi oleh kelompok pendiri untuk memimpin sebagai kepala SMA Kristen yang pertama tahun 1957 sampai 1959.

II. Gagasan Mendirikan Sekolah
SMA Kristen Purwokerto berdiri, bertolak dari gagasan beberapa orang yang memandang perlu ada pendidikan tengah menengah atas Kristen, karena SD dan SMP Kristen telah ada, dibawah asuhan PPPK (Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Kristen) Purwokerto. Yang tergabung dalam kelompok ini adalah:
Almarhum Bapak Liem Swie Bing
Almarhum Bapak DS Soekarna Djaja Soewita
Almarhum Bapak Tan Gwan Bie
Almarhum Bapak DS Sangija Dwijasmara
Bapak Basoeki, sekarang berusia 80 tahun
Bapak DS Tan Hian Hoo. Penulis tidak tahu apakah beliau masih hidup apa sudah almarhum.
Kelompok ini pada tahun 1957 mengadakan pertemuan dirumah (pastori) DS Djajasoewita di jalan Puteran no.1 (sekarang Jl. Bayangkara no.1) dalam pertemuan tersebut disepakati unutk mendirikan SMA Kristen pada tahun ajaran 1957/1958 Bapak Basoeki sebagai guru di SMA Negeri 1 disediakan untuk menyediakan kurikulum pendidikan SMA dengan cara meminjam buku kurikulum/silabus SMA Negeri 1. SMA yang akan dibuka adalah SMA bagian B ( SMA bagian Ilmu Pasti Alam ). Sebagai catatan: dahulu SMA terdiri dari tiga Bagian SMA / A (Bahasa dan Budaya ) SMA / B (Pasti Alam) dan SMA / C (Hukum, Sosial dan Ekonomi).
Bapak S. Purwa Hadiwardja diserahi memimpin, yang harus dirangkapnya dengan tugas pokoknya sebagai kepala SMA Kristen Purwokerto.

III. Falsafat Katak Berenang Dalam Belanga Susu ( Puan )
Kesepakatan telah dibuat, SMA Kristen harus berdiri. Sedang sarana prasarana tidak ada kecuali gedung sederhana deret Utara dari Timur dua ruang terdiri dari ruang kelas yang semula untuk taman kanak – kanak, maka Kepala Sekolah bersama kelompok pendiri memakai filsafat: Katak Berenang Dalam Belanga yang Penuh Susu ( Puan ), untuk dapat keluar meloncat keluar dari Belanga Katak itu harus berenang tidak henti – hentinya. Karena susu ( puan ) itu terus diaduk-aduk oleh kaki katak yang berenang itu, makin lama menjadi kental dan ahirnya menjadi padat seperti keju dan meloncatlah katak itu kleluar dari belanga, karena kakinya telah mendapat tumpuan yang padat untuk dapat keluar dari kesulitan Kepala Sekolah bersama kelompok pendiri harus terus bekerja keras. Menambah ruang kelas dan perlengkapan yang lain berkat Tuhan bersama dengan pendaftaran siswa angkatan pertama tahun ajaran 1957/1958 penambahan ruang kelaspun dapat dimulai,yang ahirnya berdiri banguan deret selatan dan deret barat dengan bangunan lama deret utara sehingga seluruh banguanan berbentuk huruf U dengan seluruh ruang kelas menjadi delapan ditambah ruang kantor dan ruang guru menjadi satu (yang mengandeng bangunan baru dengan bangunan lama, ini terjadi pada tahun 1958. sementara itu dibuat pula meja dan kursi dari kayu dan meja pinjaman dari GKJ dan beberapa kursi dari GKI.

IV. Operasional
Sekolah baru dengan modal sarana seadanya, mulai dengan tahun ajaran yang terlambat 3 bulan, seharusnya mulai operasional pendidikan tahun 1957 / 1958 itu pada bulan Juli tetapi baru dimuali bulan Oktober 1957 ( 3 Oktober 1957 ). Dengan 2 kelas. Kelas yang lain sedang dibangun. Seluruh Guru adalah Guru tidak tetap dipinjam dari SMA Negeri 1 dan 2 ( SMA Negeri 2 adalah SMA bagian B / Pasti Alam ) yang mengagumkan adalah bahwa guru – guru tersebut yang berjuang karena honorarium mereka tidak seberapa tetapi mereka tetap membantu.

V. Bertumbuh
Tahun 1958 seluruh tambahan ruang kelas selesai dan mulai digunakan tahun ajaran 1958 / 1959. Masih dengan guru – guru tidak tetap. Baru kemudian paruh kedua tahun ajaran itu ada 2 orang guru tetap yaitu : Bapak RE Soewandi almarhum sebagai Kelapa Sekolah menggantikan Bapak Purwadiwardaja yang kembali penuh sebagai Kepala Sekolah SMP Kristen, dan Bapak Pramono Wongsokenongo sampai dengan tahun 1959 / 1960 dimuali baru pada tanggal 1 Agustus 1960 tambah seorang guru tetap baru Bapak Sutadi Dikarsohartono. Dengan demikian diadakan pembagian tugas diantara tiga orang guru tetap, Bapak RE Soewardi sebagai Kepala Sekolah, Bapak Pramono sebagai guru dan wali semua kelas dan Bapak Sutadi D, sebagai guru merangkap TU dan tukang belanja keperluan sekolah. Dibantu oleh para guru tidak tetap, kegiatan belajar mengajar semakin tertata. Pada tahun ajaran 1960 / 1961 dibukalah bagian A ( Bahasa dan BUdaya ) sehingga SMA Kristen Purwokerto mempunyai bagian B dan Bagian A ( SMA B dan SMA A ). Siswapun bukan lagi dua kelas tetapi menjadi delapan kelas, dan penyelenggaraannyapun sudah sepenuhnya oleh PPPK bukan lagi oleh kelompok ( panitia pendiri ). SMA Kristen tetap mengikuti perkembangan – perkembangan yang ada baik sarana maupun perubahan dalam sistem pendidikan yang diatur oleh pemerintah.

VI. Tertata
SMA Kristen Purwokerto disamping bertumbuh juga makin tertata dalam pengorganisasian. Sesuai dan seiring dengan perkembangan dan penataan serta dalam pelayanan pendidikan maka oleh Pengurus PPPK diadakan Kepala Sekolah Bapak Pramono digantikan Bapak RE Soewardi yang kemudian digantikan oleh Bapak Soeharsono ( almarhum ). Kecuali pergantian Kepala Sekolah, pengurus PPPK juga berusaha menambah guru tetap dan guru negeri diperkejakan ( guru DPK ).

VII. Pindah Lokasi
Karena makin banyak siswanya sedang ruang kelas tidak mencukupi, maka siswa terpaksa digilir dalam menggunakan ruang kelas. Ini sangat merepotkan dan sulit dalam mengatur jadwal pelajaran dan pelaksanaannya. Maka pengurus PPPK memutuskan untuk mendirikan gedung SMA Kristen di lokasi baru yaitu di jalan Gerilya, Purwokerto Selatan.
Selesai tahun 1979 dan tahun itu pula SMA Kristen Purwokerto pindah ke gedung baru dengan dua belas kelas ( lima belas kelas ) ditambah dengan ruang TU, ruang guru, ruang perpustakaan dengan ruang baca, ruang laboratorium IPA, halaman luas. SMA Kristen Purwokerto pernah memperoleh Akreditasi Disamakan pada periode 1992 – 1997.
Pada tanggal 1 Juli 1983 Bapak Soeharsono digantikan Bapak Sutadi Dikarsohartono sebagai Kepala Sekolah sampai pension tanggal 1 Agustus 1997, dan digantikan oleh Ibu Dra. Enny Widyastuti.

VIII. Penutup
Demikian sekilas “ Sejarah “ berdirinya SMA Kristen Purwokerto, sebagai tempat pelayanan PI dan dalam keikutsertaan mencerdaskan anak bangsa.

Sumber: sma kristen purwokerto