Tampilkan postingan dengan label Purwokerto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purwokerto. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 November 2015

Ada Menara Eiffel dan Patung Merlion Singapura di Terminal Bus Bulupitu

Terminal Bus Bulupitu Purwokerto, semakin menarik untuk dikunjungi. Tak hanya bersih, tetapi juga tertata rapi yang membuat pengunjung dibuat betah dengan aneka fasilitas. Begitu juga petugas terminal, pedagang, sopir bus, dan lain-lain semua ramah kepada pengunjung.Kesan yang melekat seperti terminal bus pada umumnya yang jorok, panas, penuh sesak, dan rawan tindak kejahatan tidak ditemukan disini Terminal ini sangat humanis dan ramah kepada pengunjungnya.
Bermacam fasilitas di terminal Bulu Pitu sudah tertata dengan apik. Kesan pertama masuk terminal adalah seperti berada di dalam sebuah arena bermain yang mengasyikkan.



Selain fasilitas yang sudah ada seperti lokasi taman bermain anak yang cukup luas, taman edukasi kesadaran berlalu lintas, ruang akses internet nirkabel, perpustakaan baca pengunjung, ruang laktasi bagi ibu menyusui, masjid besar terminal, serta penataan pedagang yang rapi dan teratur. Sudah tiga bulanan ini dilengkapi dengan gambar Menara Eiffel dan Patung Merlion Singapura.
Dengan adanya dua gambar tersebut semakin banyak warga yang berkunjung ke kompleks terminal yang menempati lahan seluas 12 hektare itu. Menurut Kepala Dinas Perhubungan Banyumas, Santoso Eddy Prabowo, pembenahan Terminal Bulu Pitu sudah mulai sejak dibangun pada 2006. Konsep ramah lingkungan itu muncul, berkat kerja sama pemerintah dan warganya. "Beberapa waktu lalu sempat diapresiasi oleh pemerintah pusat, bahwa Terminal Bulu Pitu menjadi terminal terbaik dan percontohan di Indonesia" kata Eddy

Mendoan Jadi Merek Dagang Hebohkan Banyumas

Masyarakat di wilayah Banyumas dan sekitarnya dihebohkan dengan didaftarkannya hak merek Mendoan oleh seorang warga Sokaraja, Jawa Tengah. Persoalan tersebut memancing reaksi dari beberapa warga Banyumas yang menilai bahwa mendoan merupakan bagian dari kuliner tradisi masyarakat di seputaran eks-karesidenan Banyumas. Dalam situs asean-tmviews.org yang diakses pada Kamis (4/11), tertera nama mendoan sudah terdaftar sebagai merek dagang makanan. Penamaan mendoan dalam merek dagang tersebut sudah terdaftar sejak 23 Februari 2010 dan berakhir pada 15 Mei 2018. Pemegang hak dagang tersebut diketahui bernama Fudji Wong, yang sehari-hari menjalankan usaha air minum kemasan. Saat ditemui, Fudji Wong mengakui tidak punya niat lebih saat mendaftarkan nama mendoan untuk kepentingan individu. "Saya sendiri lahir dan besar di Purwokerto, tidak ada keinginan untuk meminta royalti apa pun kepada siapa saja yang menggunakan nama mendoan. Karena niat saya hanya ingin nama mendoan tidak keluar dari masyarakat Banyumas," ujarnya, Rabu (4/11).

Dia mengemukakan, pendaftaran nama mendoan dalam merek dagang bermula saat akan mematenkan merek dagang usahanya di bidang air minum kemasan, dan salon yang dilakukan di Kemenkum HAM tahun 2008 silam. "Saat itu saya berpikir, sudah ada belum ya yang mendaftarkan nama mendoan, setelah saya cek ternyata belum ada. Jadi saya berinisiatif mendaftarkannya," jelasnya. Diakuinya, proses agar keluarnya surat paten tersebut membutuhkan waktu dua tahun. Karena, lanjutnya, setelah didaftarkan kemudian nama merek dagang yang akan digunakan disosialisasikan selama enam bulan. "Jika tidak ada yang komplain dan memenuhi persyaratan bisa langsung disahkan," ucapnya. Meski merek dagang mendoan sudah menjadi miliknya, namun selama ini tidak pernah digunakan untuk kepentingan tersebut. Dia mengatakan, selama ini tidak pernah melakukan gugatan kepada pedagang mendoan di mana pun. "Saya berpikir, yang dipatenkan adalah hak merek dagang bukan hak cipta. Setahu saya, setiap warga negara Indonesia berhak mengajukan paten atas nama hak merek dagang. Kalau semisal saya memegang hak cipta, tetapi saya mengaku-ngaku padahal karya orang lain, inilah yang tidak benar," ujarnya.

Jika ada pihak yang keberatan dengan hak nama dagang tersebut, Fudji menjelaskan bersedia untuk melepaskannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Jadi kalau pemerintah keberatan dengan penggunaan nama mendoan ini, saya bersedia melepasnya. Sebab, selama ini saya lihat di daerah lain, banyak nama-nama makanan khas serupa juga sudah dipatenkan hak mereknya di HAKI oleh perorangan," ucapnya. Fudji bahkan mengemukakan, jika nama mendoan dipatenkan oleh orang asing dari luar Indonesia bisa menimbulkan reaksi publik yang luar biasa. "Tahu sendiri, hak eksklusif misalnya, nama kota di Indonesia saja, dot com-nya milik orang asing yang bertujuan bisa dibeli dengan harga mahal dan jelas untuk kepentingan pribadi. Kalau yang matenkan merek ini (mendoan) orang Malaysia bagaimana? (Pasti masyarakat) lebih enggak terima," ucapnya. Saat ditanya mengenai langkahnya usai masa berlaku mendoan berakhir tahun 2018, Fudji mengaku tidak berpikir sampai ke depan. "Saya sendiri tidak berpikir sampai ke situ, karena selama ini saya sudah memiliki usaha sendiri yang bisa mencukupi kebutuhan saya dan keluarga,"

Sumber: merdeka.com

Senin, 22 September 2014

Bule AS Jualan Burger di Purwokerto Demi Biaya Pengobatan Istri

Cerita mengharukan datang dari seorang bule Amerika Serikat bernama Glenn. Bule ini berjualan burger untuk mengumpulkan biaya pengobatan istrinya yang divonis dokter kena kanker serviks stadium IIB. Yang bikin trenyuh, lapak burger milik Glenn itu dihiasi papan tulis putih yang bertuliskan 'Mohon doakan istriku yang sakit. Terima kasih'.

Glenn saat ini berjualan burger di Pasar Kober, Purwokerto, Jawa Tengah. Awalnya hanya iseng dan mencari uang tambahan saat ramadan, namun pada akhirnya dia harus terus berjualan demi mengumpulkan uang untuk kesembuhan istrinya itu.

"Awalnya saya dan istri jualan (burger) di sekitar Baturaden, itu dari Ramadan 2012. Tapi karena perizinannya susah, kami akhirnya pindah jualan ke Kober," kata Glenn ketika berbincang, Senin (22/9).

Namun usai Ramadan 2014 kemarin, istrinya yang asli warga Purwokerto itu mulai sakit-sakitan dan rupanya terkena sakit kanker. Alhasil Glenn memutuskan untuk tetap melanjutkan usahanya meski ramadan sudah selesai. Biaya penjualan burger itu akan ditabungnya untuk biaya kemoterapi istrinya.

"Akhir ramadan kemarin ternyata istri saya mulai sakit, kondisinya tidak membaik. Saya lalu memutuskan jualan sendiri saja, kadang dibantu ibu mertua juga," ujarnya.

Glenn bersyukur belakangan ini burgernya menjadi laris manis dan sudah punya langganan tetap. Harga yang dibanderol pun memang cukup murah, untuk ukuran besar Rp 10.000 dan untuk ukuran sedang Rp 7.500. Selain burger, dirinya juga menambah variasi jajanan lain, seperti donat dan risoles.

"Selalu buka tiap hari jam 4 sore sampai 9 malam. Tapi kalau saya harus mengantar istri berobat ya saya tidak jualan dulu sehari. Ya mohon doanya saja untuk istri saya," imbuh Glenn.

Sumber: merdeka.com

Minggu, 27 April 2014

Dianggap Kinerjanya Gagal, Ketua KPU Banyumas Mengundurkan Diri

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, Aan Rohaeni berniat mengundurkan diri dari jabatannya. Pengajuan untuk mundur dari KPU tersebut telah diajukan ke KPU Provinsi Jawa Tengah. "Mundur sebagai bentuk tanggung jawab saya, karena banyak yang menganggap gagal menjalankan pemilu," kata Aan di halaman KPU Banyumas, Jumat (25/4).

Menurutnya, surat pengunduran diri sudah diserahkan langsung kepada KPU Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (23/4). Dirinya mengakui sengaja mengajukan surat pengunduran diri setelah rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2014 Tingkat Kabupaten Banyumas selesai. "Kenapa (saya) tidak mundur diri dari kemarin-kemarin, karena masih dalam suasana pemilu. Jadi kewajiban saat pemilu harus saya diselesaikan dulu," ujarnya.

Lebih jauh, ia mengemukakan, pengunduran diri dari ketua KPU Banyumas tidak berhubungan dengan persoalan pribadi. Tetapi, murni sebagai bentuk tanggung jawab karena dianggap gagal menjalankan pemilu. Meski begitu, ia menyatakan siap, jika masih harus menjalani klarifikasi persoalan beberapa pemungutan suara di Banyumas oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Setelah mundur, saya siap menjalani klarifikasi apapun jika memang diajukan ke DKPP," ujarnya. Sambil menunggu Surat Keputusan (SK) dari KPU Provinsi menanggapi surat pengunduran dirinya tersebut, Aan masih menjalankan aktivitas seperti biasa sebagai ketua KPU Banyumas. Menurutnya, setelah SK turun, nantinya akan ada pengganti antar waktu dan kemudian menggelar rapat pleno komisioner untuk menentukan siapa ketua penggantinya.

Persoalan mundurnya Ketua KPU Banyumas tersebut, dimulai saat KPU Provinsi Jawa Tengah menginstruksikan adanya pemungutan suara ulang (PSU) di tiga tempat pemungutan suara (TPS) di Kecamatan Gumelar Jawa Tengah yang surat suara yang tertukar pda 17 April lalu. Namun, pada pelaksanaannya, KPU Banyumas justru mengambil kebijakan untuk melakukan perhitungan surat suara ulang untuk dua TPS, yakni TPS 11 Desa Samudera dan TPS 12 Desa Karangkemojing, sedangkan di TPS 4 Desa Gancang tidak dilakukan penghitungan ulang. Kondisi tersebut membuat KPU Provinsi Jateng turun tangan serta melakukan pengawalan proses PSU di tiga TPS di Kecamatan Gumelar, Banyumas. Bahkan sebelumnya KPU Jateng berencana akan mengambil alih pelaksanaan PSU dan menonaktifkan KPU Banyumas jika KPU Banyumas masih tidak sanggup melaksanakan PSU sesuai Undang-Undang KPU RI. Hingga akhirnya PSU dilakukan pada Senin (21/4) kemarin.

Sumber: merdeka.com

Minggu, 01 Desember 2013

5 Makanan Khas Kota Purwokerto

Pulang kampung ke Purwokerto, saatnya kita berjalan-jalan dan menikmati keunikan makanan kota yang terletak di ketinggian 750 MDPL (Meter di atas permukaan laut)1 ini. Mari… Inilah 5 makanan yang wajib Anda makan di kota Purwokerto nan sejuk ini.

1. Mendoan
Mendoan2 adalah sejenis tempe yang lebar dan tipis, digoreng dengan balutan tepung beras/glepung dan tepung terigu. Enak dimakan dengan dicocol ke sambal atau saus, atau bisa juga dengan cabe rawit yang pedesnya mak nyuss! Di mana? Di hampir seluruh penjuru Purwokerto bisa Anda dapatkan mendoan ini. Cari saja penjual gorengan, niscaya Anda takkan kesulitan menemukan mendoan.
Berapa? Harganya sangat murah. Mulai dari Rp1000 per bijinya

2. Soto Sokaraja
Soto Sokaraja adalah soto khas Purwokerto (selain Soto Sungeb yang akan saya jelaskan di bawah ini). Ciri khasnya, soto asal Purwokerto memakai ketupat serta berbumbu kacang dengan taburan kerupuk di mangkoknya. Di mana? Paling tepat tentu saja bila Anda datang ke Sokaraja langsung. Terletak di jalan utama menuju Yogyakarta dan Semarang, sekitar 9 KM arah timur Purwokerto.

3. Soto Sungeb
Sebenarnya agak bingung juga membedakan Soto Sungeb dengan Soto Sokaraja. Sedikit bedanya mungkin tidak digunakannya kacang goreng (bukan bumbu kacang) di dalam Soto Sungeb. Sama seperti Soto Sokaraja, Soto Sungeb juga menggunakan ketupat dan bukan nasi. Masih ada taburan krupuk dan mie goreng serta bumbu kacang yang pedas.6 Di mana? Temukan di sepanjang Jl. RA Wiriaatmadja atau lebih dikenal sebagai Jalan Bank3. Jangan bingung dengan banyaknya warung Soto Sungeb. Dari segi rasa, hampir sama saja, kok.

4. Sate Suhada
Sate Suhada khusus menyediakan sate kambing dan gulai kambing yang rasanya benar-benar mantap. Daging kambing muda yang dipakai untuk membuat sate ini akan membuat lidah bergoyang nikmat karena rasa daging yang empuk dibakar pas dan dipadu bumbu kecap atau kacang yang pas. Di mana? Temukan Sate Suhada di sebelah selatan perempatan Srimaya (Tanaka Motor). Maaf, saya lupa nama jalannya. :D

5. Es Duren
Siang-siang yang terik, enaknya segarkan tenggorokan dengan es duren. Duren yang legit dan empuk, dicampur dengan santan dan susu coklat, akan membuat indra perasa Anda berada di langit ke tujuh. Di mana? Sebenarnya, es duren yang enak tidak berada di Purwokerto. Datanglah ke Purbalingga, 30 KM timur Purwokerto, dan tanya kepada penduduk sekitar, es duren yang terkenal itu. Pasti Anda bakal sampai ke tempat yang benar. Eh tapi tunggu dulu, sejak beberapa bulan lalu, es duren juga tampil di sekitar kompleks GOR Satria (lagi-lagi saya lupa nama jalannya). Jadi tidak perlu terlalu jauh ke Purbalingga untuk menikmati segarnya es duren ini. Masih mau lanjut? Bagaimana? Masih ingin memanjakan lidah Anda dengan kelezatan kuliner khas Purwokerto? Tunggu tulisan saya berikutnya ya…

Sabtu, 30 November 2013

Daftar Lengkap Tempat Wisata Yang Ada Di Purwokerto, Jawa Tengah

Di bawah ini adalah daftar lengkap tempat Wisata di Banyumas. Daerah Banyumas, dengan ibukota Purwokerto, memiliki bahasa dengan dialek Jawa khas Banyumasan, yang sering disebut sebagai “bahasa ngapak”, dengan tokoh Bawor sebagai ikon. Purwokerto berada di kaki Gunung Slamet, dan memiliki daerah wisata Baturraden yang terkenal. Tempat wisata di Banyumas cukup menyebar. Sebagian di Purwokerto, Baturraden, Banyumas, dan beberapa kota kecamatan lainnya.

Makanan khas Banyumas adalah keripik tempe, mendoan, sate bebek Tambak, Soto Sokaraja, Getuk Goreng Sokaraja, Jenang Jaket Mersi, dan dage.

Kebanyakan pejalan yang ke wilayah Banyumas akan menginap di Purwokerto atau Baturaden. Daftar hotelnya bisa dilihat di tulisan Hotel di Purwokerto dan Hotel di Baturraden.

Tempat Wisata di Banyumas

Alun-alun Kota Lama Banyumas
Berada 18 km dari Purwokerto. Jaman dahulu, alun-alun merupakan penanda pusat pemerintahan, dan ditanami pohon beringin sebagai lambang pengayom rakyat.

Batur Agung Mount of Fun »
Desa Baseh, Kecamatan Kedung Banteng, di kaki Gunung Slamet, dengan waterpark, kolam pemancingan, flying fox, dan arung jeram Kali Logawa.

Baturraden Adventure Forest
Kawasan wisata Baturraden, sebelum Telaga Sunyi, merupakan wahana ekowisata dan petualangan rimba, gunung, dan sungai.

Bendung Gerak Serayu »
Bendung Sungai Serayu yang menggantikan fungsi Pompa Air Banjarsari, dibangun pada 1993 dan diresmikan pada 1996.

Bumi Perkemahan Baturaden
Perkemahan sejuk di kawasan Baturraden, yang sering digunakan para pecinta alam dan digunakan sebagai tempat Jambore Nasional Gerakan Pramuka.

Bumi Perkemahan Kendalisada »
Desa Kaliori, Kalibagor, seluas 20 ha dilengkapi gedung Serba Guna, asrama, motor cross, terbang layang, dan rekreasi.

Crossworld Paintball
Jalan Ringin Tirto No: 69, di belakang perumahan Permata Hijau Purwokerto, dengan arena paint ball, mini food court, meja bilyar, paint ball equipment shop.

Curug Bayan Kalipagu »
Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, di Kali Banjaran, beberapa puluh langkah ke arah hulu dari Dam Jepang.

Curug Belot »
Desa Rempoah, Baturraden, dengan air deras, namun belum banyak disentuh dan masih alami.

Curug Ceheng »
Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, yang menampilkan keindahan air terjun yang dihiasi satwa lawa (sejenis kalong) yang beterbangan di sekitarya.

Curug Cipendok
Desa Karangtengah, Kec Cilongok, dengan ketinggian 92 m, hawanya sejuk, lokasinya cukup mudah dicapai, bisa menikmati mendoan dan susu murni saat menuju curug.

Curug Gede
Desa wisata Ketenger, 3 km dari lokasi wisata Baturraden. Di tempat ini wisatawan dapat menikmati air terjun dengan keindahan alam dan aneka lempeng batu.

Curug Gomblang
Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, sekitar 3 km dari Baturraden, dengan ketinggian air terjuan mencapai 25 meter, medan tempuhnya cukup berat dengan berjalan kaki.

Curug Gumawang
Berada di dalam kompleks Lokawisata Baturraden, sehingga juga disebut sebagai Curug Baturraden, dengan ketinggian air terjun sekitar 25 meter.

Curug Gumawang Kemawi
Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, terdiri dari sekitar 7 tingkatan, paling besar yang nomor 2 dari bawah, sekitar 800 m dari jalan aspal namun aksesnya cukup sulit.

Curug Pengantin Kalipagu
Igir Rambat, 4 km dari Dusun Kalipagu, ditempuh melalui Batur Semendeh dan hutan lindung, dengan ketinggian curug 50 m.

Curug Pengantin
Berada di tengah hutan Dusun Parduli, Desa Kracak, Ajibarang, tinggi air terjun 2 m, namun dipercaya bahwa mandi di sini menolak bala dan mempercepat jodoh.

Curug Song
Desa Kalisalak, Kebasen, dengan ketinggian air terjun sekitar 30 meter, dengan akses masih cukup sulit, ada sarang burung walet.

Dam Jepang Kalipagu »
Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, yang merupakan bendungan peninggalan dari jaman pendudukan Jepang.

Dream Land Spring Water
Jl. Pabrik Tapioka, Desa Pancasan, Kecamatan Ajibarang, dengan Air terjun, Arum Jeram, Flying Fox, Kolam Arus, Kolam Seribu Air, Kolam Terapi Ikan, Taman Pasir, Taman Batu, Taman Burung, Taman Reptil, Water Boom, Water Park.

Gardu Pandang Baturaden »
Di dalam kawasan hutan wisata Baturaden yang berada di lintasan menuju ke lokasi Pancuran 7, dengan pemandangan luas ke daerah Baturaden dan sekitarnya.

Goa Maria
Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, dibangun 1989, Paus Yohanes Paulus II memberkati Patung Bunda Maria dan menandatangani Prasasti Goa Maria Kaliori pada 10 Oktober 1989 di Yogyakarta.

Gua SaraBadak »
Sebuah gua yang berada 50 m dari Pancuran Pitu, tempat pertemuan aliran air panas yang mengandung belerang, dengan air dingin, dengan bebatuan warna keemasan yang menakjubkan.

Gua Selirang »
Gua yang berada di sekitar area Pancuran Pitu, berdekatan dengan Gua SaraBadak, berupa gua kecil yang mulut guanya tertutup oleh aliran air dari atas tebing.

Gunung Slamet
Treking mendaki Gunung Slamet setinggi 3.428 mdpl yang bisa ditempuah melalui jalur pancuran 7, wanawisata Baturraden, Baturraden Adventure Forest, atau dari Blambangan, Purbalingga.

Kelenteng Boen Tek Bio »
Lokasinya yang berada sekitar 300 m dari Pendopo Duplikat Si Panji di kota lama Banyumas. Bangunan tua dari abad ke-19 ini mulai digunakan sebagai kelenteng sejak 1960.

Kelenteng Hok Tek Bio Pasar Wage »
Kelenteng ini berada di Jalan Pemotongan No 3, belakang Pasar Wage, Purwokerto, Banyumas, yang telah berdiri sejak 1831.

Kelenteng Hok Tek Bio Sokaraja »
Desa Sokaraja, Sokaraja, dekat pertigaan jalan menuju ke Purwokerto, Banyumas dan Purbalingga, diperkirakan dibangun pada 1826.

Kolam Tando PLTA Ketenger »
Dusun Kalipagu, Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, konstruksi warisan kolonial Belanda di tengah alam pegunungan yang sangat menawan.

Lokawisata Baturaden »
Sebuah lokawisata indah dan terkenal di lereng selatan Gunung Slamet, berjarak 14km dari Purwokerto, dengan air terjun, air panas, berhawa sejuk di siang dan dingin di malam hari.

Makam Astana Dhuwur
Desa Arcawinangun, Purwokerto Timur, ada 15 batu gong berukuran besar, 2 makam kembar sepanjang 6 meter, dan astana menceng atau astana Budha.

Makam Kyai Mranggi Semu
Lokasi makam tua ini berada di Desa Kejawar, Kecamatan Banyumas. Ia adalah pembuat warangka keris dan membesarkan anak R. Banyaksosro, R. Joko Kahiman, Adipati Banyumas I yang membagi Kadipaten Wirasaba menjadi empat.

Makam Kyai Tolih
Desa Cikakak kecamatan Wangon, sekitar 30 km dari Purwokerto, dekat MAsjid Saka Tunggal. Kyai Tolih adalah pendiri Masjid Saka Tunggal, dan merupakan tokoh Islam pada jaman Majapahit.

Makam Nyai Mranggi Semu »
Makam tua ini di atas bukit di Grumbul Wanasepi, Desa Binangun, 10 km dari Alun-alun Banyumas. Semasa muda bernama Rr. Ngaisah, putri bungsu pasangan Raden Haryo Baribin (putera Brawijaya IV, Raja Majapahit) dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas (putri bungsu Prabu Dewa Niskala, Raja Galuh Kawali, Pajajaran)

Makam Panembahan Kalibening »
Berada di lereng perbukitan Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, melewati Makam R Joko Kaiman. Terdapat sebuah museum, dan sumber air sangat jernih yang meluap dari bibir sumur.

Makam R. Joko Kaiman »
Makam mendiang Bupati Banyumas I ini lokasinya berada di Desa Dawuhan, Banyumas, arah ke Makam Panembahan Kalibening.

Makam Syekh Abdul Malik
Desa Kedungparuk, sebelah Desa Mersi, ulama disegani yang usianya hampir mencapai seratus tahun (1881-1980) yang semasa hidupnya menjadi mursyid Thariqah An-Naqsabandiyah Al-Khalidiyah dan Thariqah Asy-Syadziliyah.

Makam Syekh Maqdum Wali
Desa Karanglewas, sebelum jembatan Kali Logawa belok kanan. Ia datang ke Pasir Luhur sekitar abad 15 M atas titah Raden Patah untuk menyiarkan agama Islam. Ada pula makam Senopati Mangkubumi I dan makam Mangkubumi II.

Makam Syekh Muhammad Ilyas
Sokaraja, cicit Pangeran Diponegoro yang juga ayah Syekh Abdul Malik ini adalah pendiri dan penyebar Tarekat Naqsabandi-Kholidiyah di Banyumas yang sangat disegani semasa hidupnya.

Makam Yudanegara II »
Kompleks Makam Yudanegara II dan Bupati-Bupati Banyumas di Desa Dawuhan yang lokasinya berada sekitar 5 km dari alun-alun kota lama Banyumas.

Masjid Kaji Watu
Grumbul Kaligebang, Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, disebut juga Masjid Batu karena bangunan aslinya terbuat dari batu. Sebagian bangunan aselinya masih bisa dilihat.

Masjid Nur Sulaiman Banyumas »
Barat alun-alun kota lama Banyumas, didirikan 1725 oleh Kyai Nur Sulaiman dari Gumelem dengan arsitek Kyai Nur Daiman. Peninggalan aslinya bedug, mimbar, sakaguru dan sumur.

Masjid Saka Tunggal »
Desa Cikakak, Wangon, 30 km dari Purwokerto, yang dibangun pada 1288. Di sekitar masjid terdapat hutan pinus yang di huni ratusan ekor kera jinak.

Monumen Jenderal Gatot Soebroto »
Di sebuah bundaran di depan RSUD Margono, Desa Berkoh, Purwokerto, terbuat dari perunggu seberat 2 ton dengan tinggi 4 meter.

Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman
Sisi Timur Kali Logawa, di pintu masuk Barat Kota Purwokerto, terdiri dari dua lantai, dengan Patung Jenderal Sudirman seberat 5,5 ton dan tinggi 4,5 meter, foto-foto perjuangan dan relief sejarah bangsa Indonesia

Museum Bank Rakyat Indonesia »
Jl. Jenderal Soedirman, Purwokerto, berisi perjalanan perbankan (BRI) mulai berdiri sampai sekarang serta koleksi uang kuno mulai jaman Majapahit.

Museum Wayang Sendang Mas »
Depan Pendopo Duplikat Si Panji, Banyumas, dibangun pada 1982 dengan koleksi wayang kulit, wayang golek, wayang beber, wayang krucil, pusaka, benda purbakala dan kitab.

Pancuran Telu »
Bisa diakses melalui Lokawisata Baturaden, sumber air panas yang keluar melalui tiga pancuran, ada petilasan Embah Atas Angin

Pancuran Pitu »
Di dalam Lokawisata Baturaden, sumber air panas yang keluar melalui tujuh pancuran, dicapai dengan berjalan sejauh 2,5 km, atau dengan kendaraan melalui Bumi Perkemahan Baturaden.

Paseban Batur Sengkala »
Berada di dekat lokasi parkir Pancuran Tujuh, tampaknya merupakan situs peninggalan dari jaman budaya megalitikum.

Pemandian Tirta Husada Kali Bacin »
Tambak Negara, Rawalo, 17 km dari Purwokerto, yang merupakan peninggalan Belanda. Mata air Kalibacin dipercaya dapat menyembuhkan menyembuhkan penyakit kulit.

Pendopo Duplikat Si Panji »
Berada di kota lama yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas sebelum tahun 1937. Pendopo Si Panji yang asli telah dipindahkan ke Purwokerto pada Januari 1937.

Pendopo Si Panji »
Di samping alun-alun Purwokerto, dengan salah satu pilarbernama Si Panji, merupakan lambang kekuatan rakyat Banyumas, dibangun Adipati Yudonegoro II, Bupati Banyumas ke-7, pada 1706.

Petilasan Adipati Mersi
Berada di RT 4/ RW3 Kelurahan Mersi, Kecamatan Purwokerto, yang konon terbunuh dalam pertempuran melawan Adipati Kabakan, jasadnya dibuang ke saluran air bawah tanah, dan muncul di bale kambang (lapangan) Mersi.

Puncak Petahunan
Desa Petahunan, Kecamatan Pekuncen, yang mendapat julukan puncak negeri atas angin, dengan panorama Kota Purwokerto dan Ajibarang, dari parkir treking sekitar 30 menit.

Situs Batu Guling »
Desa Datar, Sumbang, di sebelah selatan pemakaman umum Desa Datar, merupakan tempat pemujaan arwah nenek moyang pada jaman prasejarah berupa Menhir dan Batu Lumpang.

Situs Batur Agung »
Berada di tengah-tengah kebun, di sebelah selatan lapangan Dusun Pondok Lakah, Desa Baseh, Kedungbanteng, yang dipercaya digunakan sebagai pertapaan Raden Kamandaka.

Situs Batur Bedil
Di Dusun Peninis, Desa Windujaya, Kedungbanteng, berupa punden berundak dengan tiga teras, yang digunakan sebagai tempat pemujaan arwah pada jaman megalitikum.

Situs Batur Cakrakusuma
Dusun Batur, Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, di tengah persawahan, konon petilasan mbah Cakrakusuma seorang prajurit Kerajaan Pajang, punden berundak dengan menhir, batu lumpang, batu bulat, dan tatanan altar

Situs Batur Lurah
Dusun Peninis, Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, di tengah persawahan berupa punden berundak tiga teras dengan beberapa buah menhir yang konon sering didatangi para calon lurah (kepala desa).

Situs Batur Macan
Dukuh Kaliputra, Desa Melung, ditengah-tengah areal perkemahan Perhutani, berupa punden berundak yang berorientasi ke arah Utara dan Selatan dengan tatanan batu altar dan dua buah batu menhir besar dan kecil.

Situs Batur Rana »
Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Karanglewas, di daerah pegunungan Baturlaya. Diperlukan waktu 5 jam dengan berjalan kaki dari Kantor Desa Sunyalangu untuk sampai ke situs.

Situs Batur Ronggeng
Dusun Windusari, Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng di dalam area hutan pinus milik Perhutani merupakan punden berundak, ada watu lumpang, tatanan batu, dan buah menhir.

Situs Bonokeling
Grumbul Pekuncen, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, makam Kyai Bonokeling, penyebar Islam pertama di wilayah Jatilawang dan sekitarnya.

Situs Candi Batur Golek
Dukuh Windusari, Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, punden berundak dengan menhir dan susunan batu altar pemujaan nenek moyang.

Situs Candi Ebeg »
Desa Gondotopo, Kecamatan Sumbang, berada di bawah sebuah pohon besar, tidak jauh dari situs Candi Ronggeng

Situs Candi Damarpayung
Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturaden dengan peninggalan patung dua ekor ular hitam, dan sebuah payung kertas sepanjang 40 cm

Situs Candi Ronggeng Banyumas
Berada di Desa Gondotopo, Kecamatan Sumbang, merupakan sebuah tempat wisata peninggalan bersejarah di wilayah ini, namun sayang sudah tidak berbekas lagi karena dicuri.

Situs Carangandul
Di tengah-tengah kebun di Dukuh Carang, Desa Tamansari, Karanglewas. Konon situs tersebut merupakan bekas kepala Patih Carangandul yang dibunuh oleh utusan dari Demak.

Situs Gunung Jenar
Tempat Wisata Banyumas di puncak Gunung Jenar Dusun Pondoklakah, Desa Baseh, Kedungbanteng. Situs ini merupakan kubur batu peninggalan jaman megalitik.

Situs Lembu Ayu »
Dusun Lembu Ayu, Desa Susukan, Sumbang, 10 km dari Purwokerto, berupa yoni, lingga, fragmen batu candi, dan sebuah makam kuno bernama makam Pandung Aguna.

Situs Ngarca
Grumbul Ngaren, Desa Dawuhan Wetan, di perkebunan desa berupa Lingga dan Yoni peninggalan budaya Hindu.

Situs Panembahan
Dusun Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, di tengah kebun penduduk, punden berundak tiga dengan tumpukan kubur batu, dan menhir.

Situs Tebet Madas Mayung
Tempat Wisata Banyumas di Desa Sambirata, Cilongok, berupa dolmen yang bentuknya seperti meja batu berkaki menhir sebagai tempat sesaji dan pemujaan arwah nenek moyang dari jaman prasejarah.

Situs Watu Gathel »
Di tengah pemukiman penduduk Desa Karangmangu, Baturraden, yang bentuknya menyerupai penis. Di timur situs Watu Gathel terdapat Sungai Belot untuk bersuci.

Situs Watu Kentheng Sambirata
Dusun Ragung, Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, di tengah permukiman penduduk, punden berundak dengan watu lumpang, dan batur tatanan batu.

Situs Watu Keser
Dusun Keser, Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Selatan makam Desa Notog di pekarangan kebun M. Dorum, punden berundak peninggalan megalitik.

Situs Watu Lumpang
Dusun Wanasari, Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, batu peninggalan megalitik di perbukitan hutan milik Perhutani, konon keinginan akan terkabul jika berhasil mengangkat batu lumpang.

Stasiun Purwokerto
Jl. Stasiun, Kelurahan Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, stasiun kereta api terbesar di jalur selatan Jawa Tengah dibangun tahun 1922 dengan dibukanya jalur rel kereta api Kroya – Cirebon.

Sungai Serayu »
Notog, Patikraja, dan banyak tempat lainnya yang di lewati sungai besar legendaris ini.

Taman Andhang Pangreanan
Jalan Gerilya Purwokerto, di area bekas terminal lama diresmikan pada 13 Maret 2011 sebagai tempat rekreasi, olahraga, panggung pementasan, kuliner, dan suvenir.

Telaga Sunyi »
Berada 3,5 km di sebelah timur Baturraden. Telaga ini begitu indah dengan airnya yang dingin dan sangat jernih. Pada musim-musim tertentu dijumpai aneka kupu-kupu dan capung.

Terowongan Notog
Desa Notog, Kecamatan Patikraja, dengan panjang 260 m, dibangun oleh Perusahaan Kereta Api SS (Staats Spoorwegen) pada 1915 untuk mendukung jalur kereta api Cirebon – Kroya. Di atas terowongan terdapat makam dari para pekerja pembangunan terowongan Notog.

Watu Petilasan mBah Sani Taryan
Kampus 7 Poltekkes di Jln Baturraden Km 12 Purwokerto, batu besar peninggalan mBah Sani Taryan yang memberi Ajaran ‘Laku Pitu’

Watu Sinom
Di dalam kebun di belakang SMP Negeri 2 Kedungbanteng, berupa sebuah batu sangat besar, yang konon merupakan tempat bertemu Raden Kamandaka dengan Raden Banyak Ngampar, adiknya.

Silahkan tinggalkan jejak jika masih ada Tempat Wisata di Banyumas yang terlewatkan.